Pernah menghadapi orang yg "sulit"?!
Kategori "orang sulit" termasuk (tapi tidak terbatas) dalam karakteristik di bawah ini:
- keras kepala,
- ga pernah ngerasa salah,
- selalu ber-argumen kalo dinasihati,
- selalu negative thinking,
- perfectionist (shg susah sekali dipuaskan maunya),
- selalu menuntut,
- tukang kritik,
- selalu melihat kejelekan orang lain,
- super duper wuper hyper sensitif,
- maunya hanya dimengerti, tanpa mau mengerti,
- dsb deh..
Akhir²
ini saya menghadapi beberapa orang yg sharing masalah yg sama, ttg
kebingungan menghadapi orang yg "sulit" itu (sulit untuk dihadapi,
maksudnya), dan rata² dari mereka udah bo-hwat (angkat tangan), tapi
ada juga yg masih mau berusaha.
Dengar sharing mereka, saya jadi ingat, dulu di RG (komunitas saya), ada satu anak cowo yg "unik" abis,
- ada yg salah omong sedikit, langsung ngambek,
- dicuekin dikit, langsung melan, dan langsung bawa mobil (atau motor) kaya orang gila (ga peduli di dalam mobilnya ada siapa),
- ga dapet apa yg dia mau, langsung ngamuk (dan ngamuknya norak banget, dari nampol² lantai, nonjok² tembok, sampe gebok² lift)
- sensi abis, orang baru ngomong apa, mikirnya udah ampe mana.
- kalo di-omongin, banyak banget pembenaran diri-nya.
Ampe suatu ketika, karena suatu kasus, anak² RG mulai menjauhi dia satu persatu, secara perlahan namun pasti.
Entah takut ama ke-brutalan-nya, atau sekedar "ngasih pelajaran" supaya dia berubah, saya ga tau.
- Ada pelayanan ke Panti Asuhan, anak ini ga diajak.
- Ada acara nginep bareng di sekretariat, anak ini ga dikasih tau.
-
Ada kegiatan rohani di satu tempat, anak ini datang sendiri dan duduk terpisah,
sementara teman² sekomunitas-nya yg lain dateng bareng dan duduk bersama²,
- Ada pelayanan ke PD tertentu, anak ini hampir ga diajak, karena takut dia "bikin onar" lagi.
- Dsb..
Ampir
anak itu keluar dari RG, karena tidak tahan dengan perlakuan "teman"²
sekomunitas-nya (hanya ada 2 orang dari sekian puluh anggota RG yg saat
itu berani mendekati dia dan mau mengorbankan waktunya untuk
mendengarkan dia, dan hanya ada SATU saat itu yg akhirnya berani
membela dia habis²an), kalo emang bukan dapet peneguhan dari Tuhan utk stay saat itu, saya yakin anak itu udah keluar.
Saya rasa niat anak² RG saat itu baik, supaya anak itu berubah, tapi cara yg mereka pakai rasanya kurang tepat.
-Ada yg mencoba untuk "nyuekin" dia,
-ada yg giat/rajin "gosipin" dia,
-ada yg menghakimi dia,
-ada yg menjauhi/ngucilin dia..
(Mungkin mereka berpikir, siapa tau dgn dicuekin/digosipin/dijauhin/dikucilin anak itu bisa berubah),
Dan karena metode-nya kurang tepat, plus anak ini juga sensi abis,
alhasil apa yg mereka dapatkan malah sebaliknya, bukannya berubah
sesuai dgn yg mereka harapkan, anak itu malah makin LB (Luka Batin),
dan makin ber-Melan*-ria.
*Melan = BT = murung = jutek
Sampai suatu saat anak itu dekat dgn seseorang, sama² pelayan Tuhan juga, tapi beda komunitas.
Hari demi hari dilaluinya bersama nih cewe, dan kadang beserta komunitas/teman² si cewe itu juga.
Seiring bergulirnya waktu dan karena seringnya ketemu, kedekatan-pun tak terelakkan lagi.
Dan dari kedekatan itu, mulai kelihatanlah cacat karakternya anak ini ("sensi"²nya, keras kepala-nya, negative thinking-nya, dsb-nya deh..)
Tapi cewe itu GA PERNAH sekalipun negur, GA PERNAH sekalipun mencoba ngomongin anak ini, GA PERNAH sama sekali mencoba mengeluarkan ayat² Firman Tuhan untuk mengubah karakter anak ini (apalagi menghakimi atau menjauhi).
Cewe itu tau
apa yg dilakukan anak ini mungkin salah, dan dia tidak menasihati bukan
berarti dia tidak peduli, tapi sepertinya cewe itu punya "metode" sendiri untuk menghadapi orang² macam anak itu.
Tanpa disadari, secara perlahan tapi pasti, anak itu berubah, ini diketahui dari peneguhan bbrp teman-nya.
Leo: "Gue liat loe jauh lebih ’stabil’ sekarang, ga kaya dulu, dulu loe ‘labil’ banget"
Charles : "Gimana tuh kabar si Melania*? Belakangan udah jarang melan² dia?!" (Charles nanya ke cewe itu)
*Melania = Julukan Charles buat anak itu karena anak itu sering ber-Melan²-ria
Lauren: "Iye… dulu tuh gue takut banget tau, liat tampang loe, jutek banget.."
Bebek:
"Gue aja ampe namain loe ‘Co Jutek’ di HP gue, karena dulu gue pernah
di-jutek-in gitu ama loe, waktu gue ajak loe bercanda.."
Anak itu berubah, bukan ketika dia dipaksa untuk berubah..
Anak itu berubah ketika dia diterima secara sepenuhnya..
Apa yg gagal dilakukan selama bertahun² oleh teman² se-komunitas-nya, berhasil dilakukan cewe itu dalam beberapa bulan..
…
……
………
……
…
Masih inget 2000 tahun yg lalu, ada satu orang yg dibenci SATU KOTA?!
Badan-nya kontet, kerjaan-nya mungutin pajak, kalo yg sekolah Minggu pasti tau namanya.
Ayo, siapa?!?!?!
Yupe… Zakheus..
Pandai.. ![]()
*bagi² permen/kasih cap di buku* (inget sekolah Minggu) ![]()
Bagi
yg mungkin belom tau, pekerjaan pemungut cukai/pajak itu sangat dibenci oleh orang
Yahudi saat itu, karena mereka dianggap sebagai pengkhianat bangsanya.
Saat
bangsa Yahudi lagi dijajah bangsa Romawi, dan dipaksa untuk menyerahkan
pajak kepada Kaisar (Romawi), para pemungut cukai inilah (yg notabene
berasal dari bangsa mereka sendiri, Yahudi) yg mengumpulkan uang² mereka, utk
nantinya disetor ke pejabat Romawi dan akhirnya diserahkan kepada
Kaisar.
(Bagi yg ga tau/lupa kisahnya, silahkan baca Luk 19:1-10)
Dan ingat.. Zakheus ini..
Bukan hanya pemungut cukai loh, tapi dia adalah KEPALA pemungut cukai!
Jadi bisa dibayangkan donk, betapa banyaknya orang Yahudi yg membenci dia?!
Yg mengecam dia?!
Yg menghakimi dia?!
Yg membicarakan dia di belakangnya (yg mana saya yakin ga mungkin sisi positifnya yg dibahas)
Yg rajin "mendiskusikan" ttg dia setiap saat dia tidak ada di antara mereka (alias gosip-in dia)?!
Yg menjauhi dia?!
Yg mengucilkan dia?!
Yg berharap suatu hari dia bisa BERUBAH?!
Tapi apa itu pernah terjadi?!
Apakah Zakheus pernah berubah karena perlakuan "teman"² se-kota-nya itu?!
NO… (at least tidak tercatat seperti itu di dalam Bible)
- Dia berubah, ketika ada SATU Pribadi yg berani datang menghampiri dia, saat yg lain berduyun² menjauhi dia.
- Dia mengalami transformasi, saat ada SATU Pribadi bersedia meluangkan waktu-Nya (di tengah² kesibukan pelayanan-Nya) untuk mendengarkan dia, saat yg lain sibuk untuk membicarakan dia.
- Dia menjadi pribadi yg baru, ketika ada SATU Pribadi yg mau menerima
dia menjadi sahabatnya, ketika yg lain berlomba² menjadikan dia "public
enemy"
- Dia diubahkan, pada waktu ada SATU Pribadi yg datang kepadanya dan
berkata, "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang
di rumahmu." (Luk 19:5)
Dan hasilnya!?
TRANSFORMASI yg TIDAK TANGGUNG²!!!
PERUBAHAN yg TIDAK SETENGAH²!!!
Dari yg biasanya mengambil uang dari rakyat, sekarang dia mengembalikan semua²nya BERLIPAT KALI GANDA!
Dari penadah, jadi pemberi..
Dari tukang memungut, menjadi tukang membagi²..
…"Tuhan,
setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya
ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali
lipat." (Luk 19:8)
Apa yg orang² SATU KOTA Zakheus gagal lakukan selama bertahun², berhasil dilakukan Yesus dalam SATU hari..
Mengubah Zakheus..
People don’t change when they’re being criticized..
People changed when they’re being accepted for who they are..
People changed when they’re being loved for what they are..
WHY?!
Karena ketika seseorang merasa dirinya diterima secara sepenuhnya, dia akan merasa bersyukur, dan terdorong untuk memberikan yg terbaik.
Mereka akan berpikir, "Masa iya gue udah diterima sepenuhnya, cuman segini doank yg bisa gue berikan?!"
Mereka akan "malu" kalo mereka tidak bisa memberikan yg terbaik dari yg bisa mereka berikan.
Akan beda sekali perubahan yg karena paksaan luar, sama perubahan yg berasal dari dalam diri sendiri.
Normalnya, perubahan yg karena external force akan bersifat temporal/sementara, hanya karena takut, ingin diterima, atau hanya untuk membuat senang pihak tertentu saja, sementara perubahan yg karena internal force, akan bersifat permanent, karena emang dia INGIN mengalami transformasi tersebut.
Masih adakah orang² "sulit" di sekitar kita?!
Mungkin mama atau papa kita..
Mungkin cici/koko/adik kita..
Mungkin pacar/sahabat kita..
Mungkin suami/istri kita..
Mungkin anak kita..
Mungkin teman kantor/atasan kita.. (kalo bawahan mah, pecat aja!!) ![]()
Yuk, belajar dari Yesus..
Dia punya metode yg paling efektif untuk mengubah seseorang..
Dengan waktu yg sangat singkat pula..
Mengubah dengan menerima..
Mengubah dengan cinta kasih..
Dan kembali ke anak itu.
Puji Tuhan, anak itu saat ini masih sedang dalam pembentukan dan pertumbuhan rohani yg terus menerus di dalam Yesus.
Sehingga dia bisa menuliskan ini semua TANPA rasa dendam, tapi malah
bersyukur, karena Tuhan telah memakai komunitasnya untuk membentuk dia
secara luar biasa, sehingga bisa menjadi pelayan-Nya yg lebih efektif. ![]()
Thanks, RG..
Thanks, Charles..
Thanks , Epi..
Thanks, God..
Semoga sharing kali ini memberkati..
GBU All..
-=VGE=-
NB:
1.
Saat ini saya lagi pake metode ini untuk "menghadapi" mama saya (yg notabene super-duper "sulit"), dan rasanya hasilnya lumayan memuaskan.. ![]()
2.Feel free to forward this blog link to your friends, jika anda merasa diberkati melalui sharing dan kesaksian saya kali ini, dan ingin teman² anda diberkati juga.
3. Pliz leave some comments, thanks.. ![]()
tp butuh kesabaran bgt bgt bgt yah kalau ngadepin org kyk gt…
tp menurut gw sih blm tentu juga… kalau didiemin, dia malah ngelunjak dan merasa dimanja…. yg paling bisa ngerubah org kyk gt cuma diri dia sendiri… hehehe…
vans, sekarang g jg ada kok menghadapi org yg ’sulit’ kaya gitu….
dan jujur aja, g mungkin masih dalam kategori org yg ’sulit’ itu…tp entah krn metode seperti itu atau bukan sekarang sih g merasakan ada perubahan di diri g…
perubahannya berasa bgt….
thx buat semua yg ikut andil akan perubahan g…khususnya Bapa dan keluarga g.
tapi memang harus di dukung dg kesadaran diri sendiri.
yah, semoga g jg bisa lebih berbesar hati untuk menghadapi org2 yg ’sulit’ di sekitar g…
Beda banget ama VGE yang selalu ngeluarin ayat Firman Tuhan di setiap artikel blognya..
Gua juga ada temen yg sulit, tp dia cewe, kalo temen cowo sulit sih amit2, ngapain juga gua deketin. Nah temen gua yg cewe itu orangnya sensi abis, waktu itu lagi ada acara ultah temen gua, kita pada kumpul nah tuh cewe gua cengin, eh dia nangis. Akhirnya gua jadi bete juga ama nih cewe, dan ga pernah mau maen lagi ama dia.
Orang yg kaya gitu tuh egois, caper, rese. kalo emang bukan temen deket, orang kaya gitu mah udah aja di jauhin, biarin aja dia bete sendirian.
Vhiel:
Gue kan hanya sharing berdasarkan pengalaman, Vhiel..
Ga perlu 100% setuju koq.. ^_^
Makanya besarnya keinginan kita utk seseorang berubah hanyalah sebesar keinginan kita utk berdoa, berkorban utk dia, dan menerima dia sepenuhnya.
Kalo ga didasarkan kasih, yah susah juga kali ya..
^_^
Rosa:
Yupe..
Dalam level tertentu, kita kadang masih berada dalam kategori “orang sulit” itu koq..
Mungkin loe harus baca entry gue yg “jauh-genik”, Sa..
Cocok buat orang2 “sulit” macam kita..
^_^
Hadi:
VGE yg loe liat sekarang yah berkat “pembentukan” dan transformasi dari VGE yg loe baca di atas, Di..
^_^
Sino:
Koq jadi curhat loe, nyong?!
Nyahahahahaha..
Input gue sih sama kaya input ke Vhiel, seberapa besar keinginan kita utk dia berubah?
Harus setara dgn besarnya kesediaan kita utk menerima dia sepenuhnya.
Dan tanpa kasih Kristus, gue rasa hal itu hampir mustahil utk dilakukan.
NB: Thanks 4 your comments n sharing guys, n girls.. ^_^
GBU All..
-=VGE=-
ui ui..Dengan senang hati ku beri kau Comment.. =P padahal nie,baru samapi tiba di kamar ..fiuhhhh.. ^^
Hmm,ok deh..gila dah..mending lu buat buku aja..ato acara gitu..yang di RCTI,Diary si Komeng,ato diary si Tukul…Jadinya Ada Diary si VG-Elek..nah..hahaha..tapi kalo seriusnya,bikin buku,judulnya GOD is My Life,bikin buat renungan gitu,berdasarkan cerita kisah nyata pribadi lu VG - elek..haha..Peace”..masa gitu aja pundung..
ok deh bro..GOD Bless us all the time..
Ada saatnya pada saat seseorang merasa diperhatikan, diterima sepenuhnya dan dicintai seperti apa adanya maka seseorang itu akan melihat segala sesuatu dari kacamata orang lain, dia akan menerima orang lain seperti apa yang dilakukan orang lain yaitu menerima dirinya sepenuhnya. Pribadi seseorang tidak bisa berubah jika kita tidak merubah diri kita terlebih dahulu. Ini pernah g alami dan sepenuhnya g berubah menjadi superman ( eh.. salah) berubah menjadi orang yang lebih baik. Seseorang yang sangat berarti buat g (rahasia), hehehe… yang bs merubah sifat g yang keras kepala, ketus alias galaq, egois, dll( yang jelek2 pokoknya) hanya dengan kesabaran, ketulusan dan kejujuran yang dia tunjukin ke g. Theres nothing in this world to feel accepted.
~Mila~
Arthur:
Thanks bro..
Gue emang kepikiran mau jadi penulis koq.. AMIN!!
Kalo udh jadi bukunya, pokoknya loe HARUS beli!!
Karena loe salah 1 yg paling ngotot.. =P
But thanks buat peneguhannya, means a lot to me..
Mila:
Yupe..
I believe everyone basically is like a diamond in the rough..
Berlian yg belom dipoles..
Bth waktu dan kesabaran utk memolesnya menjadi indah dan menarik..
^_^
Thanks 4 the comment, Mila..
-=VGE=-
wah ini bisa jadi pengajaran bagus neh, bro.
Bener sekali bahwa kita tidak bisa mengubah siapa pun. Perubahan itu adalah suatu keputusan pribadi.
Semua orang pantas dan berhak mendapat kesempatan untuk berubah. setuju?
Dan kesabaran itu tergantung seberapa kasih yg ada dalam hati kita sendiri (makanya kl jarang bina hubungan ama Babeh, jgn harap bisa sabaaaaaarrrrrr)
Keep going, bro.
Gbu
LoL!
Gw baru sadar klo “psycho” yang dimaksud itu loe sendiri..
Charles:
Yupe bro..
And thanks..
For standing up for me back then..
^_^
Hadi:
Buset..
Ga nyimak loe ye?!
=P
“Dan kembali ke anak itu.
Puji Tuhan, anak itu saat ini masih sedang dalam pembentukan dan pertumbuhan rohani yg terus menerus di dalam Yesus.
Sehingga DIA BISA MENULISKAN INI SEMUA tanpa rasa dendam, tapi malah bersyukur.. bla bla bla…” ^_^
-=VGE=-
susah susah. bener susah….
adoh sampe lupa. entry kali ini bener2 mantab vans. cuma ya itu. susah di apply
kayak apa ya.. resep makanan tokcer abis. tapi masaknya susah. gimana…
^^,,
bener bgt kq..setuju dah…
kasih bs ngalahin segalanya deh..
Jassie:
Nyahahahahahaha..
Loe pikir gue koki, Jezz?!
=P
Tapi asli, komen loe kocak abiz!!
Thanks gal..
And goodluck with your parent, Sis..
^_*
Melin:
Makacih Melon..
^_^
Ada pengalaman pribadi ni ye..
=P
-=VGE=-
udah kebanyakan comment masih gua tambah biar banyak ye, hehehehe
Yang bisa kita ubah adalah pola pikir kita, karena kalau kita terus2 menerus berpikir kalo dia itu menyebalkan, kita mengirimkan getaran pikiran negatif ke dia, dan yang ada, dia tambah menyebalkan…bayangin ada 10 ato 100 orang yang berpikiran yang sama dan mengirimkan energi pikiran negatif ke dia, apa sifat yang jelek itu ga makin parah?? Yang dibutuhkan sebenarnya hanyalah setitik kasih dan segenggam berlian :p yang dimaksud berlian disini adalah buah pikiran positif yang selalu jernih ketika menghadapi orang seperti itu 
yah simple aja, ada dua hal yang ga pernah bisa diubah didunia ini :
1. Masa Lalu
2. Orang Lain
Apapun alasannya, mencoba untuk mengubah kedua hal itu justru akan membawa ketidakdamaian dan kesalah pahaman. Yang bisa kita ubah adalah diri sendiri. Kalo ketemu orang yang menyebalkan, sadarilah bahwa memang sudah peran orang itu untuk menjadi menyebalkan yang mana mungkin dia sendiri ga sadar kalo dia itu menyebalkan.
wew, ga gampang seh vans ngelakuin hal itu, tapi g juga lagi melakukan hal yang lo omongin di sini juga ke seseorang, g lagi diemin aja berharap supaya dia berpikir sendiri dan berubah…
well nanti kuberitahu kelanjutan kisahnya..
kata2 klise : gampang seh ngomong, tapi belum tentu gampang juga ngelakuinnyah
Robin:
San-cai..
Sancai….
^_^
Paw:
Gue perasaan ga pernah bilang “gampang” sama sekali deh, dari awal..
^_^
Gue tau, emang susah, tapi ini yg paling efektif dan singkat, gimana donk?!
^_^
-=VGE=-
well jujur saat ini gue emang lagi berhadapan dengan orang yang super duper rese, bawel dan banyak maunya.
Bayangkan baru 20 hari kerja, gue diminta untuk mengerti dan menyelesaikan laporan keuangan. emank seh gue tau kalo kita udah dikejar deadline, tapi setidaknya harus ngerti dikit donk, gue kan juga masih baru sehingga masih perlu mempelajari banyak hal termasuk mempelajari sistem dan prosedur komputerisasi akuntansi di perusahaan gue yang sekarang ini. mending kalo dia juga mo bantu kerjaan gue. namanya juga team work. tapi yang ada dia selalu datang ke gue dengan gaya orang yang lg panik bgt (Bayangkan seorang manager yang seharusnya menutupi rasa paniknya dengan bersikap tenang, ini malah panik ga jelas, yang cuma bisa ngoceh tanpa mao membantu)
alhasil tiap hari gue pulang malem bahkan pernah sampe plg jam 12 malam cuma buat memenuuhi kriteria mgr gue itu. Cape seh, tapi mao gimana lagi daripada tiap hari dapat nyanyian sumbang, mendingan cepet2 deh gue selesaiin tuh laporan.
Menerima mgr itu apa adanya dia? emank susah bgt vans. Tpi gue mo coba terapin tuh ilmu u buat mgr gue itu. Walaupun kadang2 ampe buat gue cape ati.
Dan gue tau pasti, GOD kirimin gue mgr itu karna pasti ada karakter kita berdua yang mao dibentuk (mgk aja kesabaran). So gue gak akan pernah menyerah; karna sampe kapanpun dan dimanapun kalo gue menghindar dari mgr gue dan pindah ke tmpt lain, maka PASTI bgt gue akan menemukan orang yang seperti mgr gue itu. Bahkan bisa lebih parah lagi. bener kan?
Btw thx buat tulisan u ini, gue jadi gak perlu beli buku bagaimana cara mengatasi orang2 yang sulit.
GBU vans
ini kamu yah??,, well good for u then =))
Lauren:
Cim..
Ada yg sharing ama gue via YM..
Ada yg lewat message di FS..
Ada yg via telp..
TAPI cuma LOE yg lewat TIGA-TIGAnya!!
Nyehehehehehehe..
Puji Tuhan utk semua pujian.
Thanks utk semua peneguhan.
And Yupe..
Silahkan dicoba resep dari JC..
Semoga ampuh juga buat atasan loe..
GBU n goodluck, Cim..
Irene:
Iyah, Ren…
Its the one n only…
CuBLuQ the VGE..
^_^
Thanks, gal..
-=VGE=-
kamu homo banget sih buat-buat blog kayak bgini.