Pagi itu, 16 Mei 2008, masuk kelas untuk mimpin renungan pagi (Morning Devotion), aku udah ngerasa bahwa anak-anak-ku (kelas 8A) udah punya rencana. 
Dan bener aja, aku dicuekin abis2an ama mereka. Pas aku coba untuk berinteraksi ama mereka untuk nuntun mereka ke point dari “kotbah mini”-ku, semua pada belaga bego,
dan belaga cuek. 
Aku tetep kalem, tetep senyum, dan ga marah sama sekali. 
Keluar kelas (mereka) ga ada satupun yg pamit, masuk kelaspun (begitu ganti jam pelajaran) ga ada yg nyapa
. Malah ada yg ngasih muka sok sebel, dan buang muka. Aku tetep senyum santai.. 
Pas jam pelajaran aku (Math), cuman ada sekitar 7 orang di kelas (lengkapnya ada 15 murid), sisanya (Indonesian girls) pada ngilang. Dan yg di dalam kelas pada nuntut untuk mendapatkan “free time”
(ga mau belajar), tanpa mau menjelaskan kenapa mereka menginginkan hal tersebut.
Aku berencana utk tetap ngajar, sampe akhirnya para Korean Girls (yg belom tahu, di kelasku ada 4 Indo girls, 5 Indo boys, 3 Korean Girls, 3 Korean boys) berbaris keluar sambil ber-yell-yell “we don’t want to study” 
Aku suruh masuk mereka tetap ga mau
, akhirnya aku ikut keluar utk menggiring mereka masuk kelas lagi, dan pas sampe class hall (depan kelas), Indo girls-nya nongol dengan B’day cake di tangan mereka.
Sambil nyanyiin Happy B’day buat aku
, mereka suruh aku tiup lilin, dan kemudian kasih kado. Dasi motif Mickey Mouse n South Park. Dan satu kartu terbuat dari karton yg berisi tanda tangan dan ucapan mereka.
Udah? 
Itu DOANK hadiah mereka?!
Dasi DUA biji doank?! (plus kue tentunya, yg mereka makan juga), dan kartu ucapan ajah?! 
NO… 
Begitu liat kuenya, aku sadar mereka harus datang lebih pagi dan ngumpetin kue itu supaya ga ketahuan ama aku, dan merekapun akhirnya ngaku (cerita) kalo sempat kena oceh ama para guru
, waktu mereka mau umpetin di ruang guru, dan akhirnya mereka umpetin di ruang TU (Tata Usaha). Dan juga harus nyari korek api buat nyalain lilin tersebut.
Mereka juga sebelumnya harus pesan kue itu, dan memastikan kue itu jadi pas ulang tahunku, dan mereka juga harus patungan utk membeli kue tsb.
Mereka juga harus mem-planning
itu semua di belakang aku.
(Thanks Yves, Diana, n Letizia..)
Begitu liat dasinya, aku sadar, mereka pasti berusaha untuk milih dasi yg belom aku punya (bagi yg belom tahu, aku punya lumayan banyak dasi yg motifnya lucu2, kebanyakan tokoh kartun), dan itu ga gampang, karena dasiku emang mayan banyak.
Aku sadar, mereka harus luangkan (korbankan) waktu mereka sepulang sekolah, utk janjian
bersama-sama nyari dasi bareng
, dan utk itu semua, aku sangat bersyukur.. (Thanks Yola, Diana, Yves, n Letizia)
Melihat kartunya, aku juga sadar, bahwa mereka harus mengisi itu tanpa sepengetahuan aku selaku wali kelas mereka
, dan mereka akhirnya cerita bahwa kartu tersebut sempat disita ama guru agama, karena mereka mengisinya pas Chapel (kebaktian sekolah), dan salah satu dari mereka (Letizia) harus mengejar guru tersebut dan memohon
utk tidak diberitahu ke saya. 
…..
…….
…..
Kira2 2000 taon yg lalu, ada beberapa orang Majus datang dari Timur datang menjenguk Yesus, dan kemudian mereka memberi-Nya hadiah: emas, kemenyan, dan mur.
Itu doank?!
NO..
What they gave is actually their time, their journey, their faith, and their effort.
Ga gampang loh.. berjalan menuju suatu tempat dan mencari sesuatu hanya berpatokan pada Bintang. Dan setahuku waktu itu belom ada teknologi GPS (Global Positioning System) 
Banyak dari kita kurang menghargai suatu pemberian, karena kita tidak menyadari PROSES di balik itu semua.
Liat aja sepiring nasi di atas meja kita, aku rasa kita ga akan segampang itu utk membuangnya kalo kita sadar, betapa besarnya jerih parah para petani utk menanam bibit, mengairi benih tersebut, memastikan padi tsb tumbuh dengan mendapatkan cukup matahari, memanennya, memisahkannya dari gabah, sampai akhirnya dia jual ke distributor. 
Dan betapa orang tua kita bekerja keras siang dan malam selama sebulan penuh untuk mendapatkan uang (gaji) guna membeli beras tersebut. 
Mungkin jika kita mau belajar utk terus melihat PROSES di balik penebusan hidup kita ini, kita tidak akan lagi menjalaninya dengan sia-sia.
Proses yg melibatkan SESEORANG disiksa..
dipermalukan..
dicambuk..
dihina..
disesah..
diludahi..
dikhianati..
ditinggalkan..
Yuk belajar guys, utk bisa melihat PROSES di BALIK segala pemberian yg ada di dalam hidup kita ini, sehingga kita bisa lebih menghargainya.
When we begin to learn/realize about the PROCESS,
We will start to appreciate the RESULT/PRODUCT more..
-=VGE=-
As usual, feel free to forward this blog link if u feel blessed, and u want others to be blessed as well..
NB: Thanks juga utk Yves yg udah ngasih tambahan hadiah pribadi kaca mata hitam
(I lovee it so much, girl..)
, n Diana utk salibnya, plus Raymond, Joshua n Spencer for the chipping in to buy the bRaNDeD
n eXpeNSiVe
shirt.
Pliz leave some comments on my “new” style of blogging.
Thanks..
GBU all.. ![]()

Recent Comments on VGE's Blog